13 Alasan Perlunya Ikut Bimbel

Perlunya Bimbingan Belajar

Bimbingan belajar (bimbel) selalu identik dengan persiapan ujian. Lembaga ini biasanya berupa kursus singkat atau berjangka waktu satu semester atau satu tahun.

Ada banyak alasan orang tua memilih bimbingan belajar untuk anak-anaknya. Beberapa orang tua merasa tidak mampu membantu anak-anak mereka mengerjakan tugas sekolah. Sebagian anak-anak juga perlu mendapatkan pelajaran lebih untuk meningkatkan prestasi.

Prinsipnya lembaga bimbel didirikan agar siswa memiliki keterampilan belajar yang diperlukan sekaligus dapat membantu memperkuat pemahaman subjek serta meningkatkan kepercayaan diri.

Perbedaan Belajar di Bimbel dan Sekolah

Dibandingkan dengan cara belajar di sekolah, bimbel memiliki sejumlah keunikan. Berikut ini beberapa perbedaan antara belajar di sekolah dan di bimbel.

Pembeda

Di Bimbel

Di Sekolah

Pengajar

Pengajar disebut tentor atau pembimbing

Pengajar disebut guru atau pendidik

Materi

Hanya tertentu biasanya rumpun matematika, IPA, Bahasa Inggris

Semua mata pelajaran

Cara belajar

Sistem drilling, simple dan praktis

Multimetode, terstruktur dan cakupan luas

Sumber belajar

Modul belajar, buku soal

Buku materi belajar

Ujian

Try out, pre tes & pos tes

Penilaian harian, mid semester, semester, kenaikan kelas

Frekuensi dan Lama jam belajar

Seminggu satu atau dua pertemuan masing- masing 1 atau 2 jam

Seminggu belajar penuh, masing-masing sampai 8 jam pelajaran

Pentingnya Bimbingan Belajar

Bimbel merupakan lembaga non formal yang mengkhusukan untuk memperkaya proses akademik siswa. Sebagai lembaga non formal, bimbel menawarkan jasa layanan yang diperlukan bagi siswa, guru dan orang tua. Berikut ini disajikan 13 alasan yang bisa dipertimbangkan perlunya siswa belajar di bimbel.

1. Belajar di Kelas Kecil

Jumlah peserta didik dalam kelas bimbel umumnya 15-20 siswa. Bahkan ada hannya membatasi 5 siswa saja. Pembatasan siswa tersebut dimaksudkan agar interaksi antara tentor dan siswa lebih intensif. Dengan memaksimalkan komunikasi maka problem yang dihadapi saat belajar dapat segera terselesaikan.

2. Pendekatan Individual

Pembatasan peserta didik pada tiap kelas juga memungkinkan tentor untuk memberikan perhatian secara individua. Masing-masing siswa boleh jadi memiliki kecepatan dan cara belajar yang berbeda. Namun faktor tersebut tidak menjadikan masalah, karena tentor akan membimbing sesuai gaya siswanya masing-masing.

3. Belajar Materi Esensial

Dengan memanfaatkan jumlah pertemuan yang terbatas, maka bimbel menyajikan materi esensial kepada siswanya. Materi esensial adalah materi yang dianggap paling penting, paling mendasar, dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan sering menjadi bahan ujian.

4. Ada Buku Panduan Praktis

Karena di bimbel mempelajari materi yang esensial maka biasanya dibuat buku panduan tersendiri. Buku ini berisi materi ringkas atau peta konsep dengan penjelasan kata-kata kunci dan rumus pendek yang bisa dipelajari dengan cepat. Selain itu, buku ini berisi bahan atau soal yang digunakan untuk latihan siswa.

5. Boleh Membawa Permasalahan dan Soal

Belajar di bimbel tidak hanya menghafal konsep tapi menerapkan konsep untuk memecahkan masalah. Karena itu siswa boleh membawa permasalahan yang akan dipecahkan bersama mentor. Kegiatan seperti ini juga memungkinkan siswa membawa soal yang berasal dari sekolah masing-masing.

6. Sistem Belajar Drilling

Belajar di bimbel berorientasi problem solving yang tersusun dari soal mudah, sedang dan sulit. Untuk menuntaskan hal tersebut maka diperlukan kecepatan yang memadai untuk belajar. Percepatan belajar dengan berlatih variasi soal dikenal dengan belajar sistem drilling. Sistem ini akan efektif bila siswa memiliki pemahaman yang baik. Dengan demikian idealnya pemahaman sudah terbentuk di sekolah dan dilanjutkan sistem drilling di bimbel.

7. Ada Metode Khusus

Bimbel mengembangkan metode mengajar yang khas untuk menguatkan pemahaman siswa. Metode mengajar seperti ini berupa langkah praktis, hafalan mudah, rumus pendek, peta konsep, hitung cepat, trik pemecahan soal dan sejenisnya. Metode tersebut digunakan untuk memudahkan pemahaman siswa. Selain itu metode tersebut juga bisa membuat lebih simple pengajaran sehingga pembelajaran lebih efektif.

8. Pola Belajarnya Intensif

Intensitas pola belajar di bimbel ditandai dengan pemanfaatan waktu yang efektif. Selain itu waktu belajar bisa ditambahkan untuk mengejar pemahaman siswa. Pola belajar bisa juga diulang untuk memaksimalkan pemahaman siswa. Bahkan ada lembaga bimbel yang justru membuka program pada saat hari libur akhir semester atau akhir tahun.

9. Fokus Penguasaan Kognitif

Lembaga bimbel menekankan pada penguasaan materi ranah kognitif. Ranah ini memiliki spektrum mulai dari hafalan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Pada level kognitif yang memerlukan upaya lebih besar, bimbel berperan melatih siswa untuk berpikir kritis melalui pemecahan soal yang disajikan.

10. Tertantang Memecahkan Problem

Dalam pembelajaran bimbel dibuat unit pertemuan yang didlamnya disajikan problem set. Problem set ini berisi lembar kerja untuk berlatih pemecahan soal atau permasalahan. Pada saat pembahasan problem set tersebut, tentor akan menjelaskan langkah demi langkah untuk mencari solusi.

11. Membantu Memperbaiki Pola Belajar

Pada kelas bawah, tentor bimbel akan secara khusus menargetkan aspek pembelajaran yang bermasalah, apakah itu menulis, matematika, bahasa, atau membaca. Sedangkan pada bimbel kelas atas, bimbel berfungsi membentuk pola kebiasaan untuk tertib belajar. Pola belajar yang dikembangkan adalah membentuk frekuensi belajar dengan durasi yang stabil.

12. Mengisi Waktu Luang

Bagi siswa yang telah memiliki kemandirian belajar yang baik, pola belajar yang teratur akan menjadi kebutuhan. Tidak menutup kemugkinan, anak-anak tersebut akan tetap asyik belajar jika ada waktu luang. Lembaga bimbel memberikan kesempatan bagi anak-anak tersebut agar bisa beraktifitas positif, menantang. Bahkan dapat menghasilkan prestasi.

13. Menyiapkan Siswa yang Kompetitif

Bimbel dapat membentuk siswa yang ulet dan tekun dengan aktivitas belajar yang penuh. Hal tersebut merupakan soft skill yang penting untuk ditanamkan pada diri anak-anak. Dengan demikian anak akan lebih tangguh jika dihadapkan pada dunia yang penuh persaingan.

Itulah ulasan mengenai pentingnya bimbingan belajar (bimbel) untuk diikuti para siswa. Belajar di bimbel terutama adalah untuk memperbaikia capaian akademik. Selain itu bimbel juga membentuk karakter siswa yang berpikir kritis, tangguh dan kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× Apa yang bisa kami bantu?